Thursday, November 8, 2007

Krisis Ekonomi Jilid 2 – Mungkinkah Terjadi ?

Pendahuluan


Mendengar namanya, tentu kita sering mendengar istilah krisis ekonomi. Walaupun orang tidak tahu definisi yang sebenarnya namun pada umumnya masyarakat sudah mengerti akan makna tersebut, apalagi semua masyarakat telah merasakan dampak yang ditimbulkan akibat krisis tersebut. Krisis ekonomi pertama yang melanda Indonesia, 10 tahun yang lalu, masih menyisakan kepahitan hidup. Bayangkan jika krisis ekonomi jilid 2 benar-benar terjadi. Apakah bangsa ini mampu menghadapinya? Krisis yang telah terjadi pada tahun 1998 dan membawa dampak yang besar ke segala bidang. Tidak hanya negara Indonesia, negara Thailand, Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan sebagainya juga terkena krisis tersebut. Krisis ekonomi juga berdampak pada segala bidang, karena kegiatan ekonomi mempengaruhi aspek kegiatan yang dilakukannya.



Definisi


Menurut istilah krisis berarti genting, gawat atau berbahaya. Sedangkan krisis ekonomi dapat diartikan suatu kondisi perekonomian dimana tidak baiknya atau buruknya suatu kondisi perekonomian suatu negara. Krisis ekonomi juga disebut krisis finansial.


Krisis ekonomi yang terjadi tahun 1998 berpengaruh pada mata uang, pasar saham, dan harga aset lainnya di beberapa negara Asia. Indonesia, Korea Selatan dan Thailand adalah beberapa negara yang terpengaruh besar oleh krisis ini. Krisis ekonomi ini juga menuju ke kekacauan politk, paling tercatat dengan mundurnya.


Krisis ini telah dianalisa oleh para pakar ekonomi karena perkembangannya, kecepatan, dinamismenya; dia mempengaruhi belasan negara, memiliki efek ke kehidupan berjuta-juta orang, terjadi dalam waktu beberapa bulan saja.


Penyebab


Krisis ekonomi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor ekonomi makro, faktor institusi keuangan, dan faktor nilai tukar. Faktor ekonomi makro misalnya cadangan devisa yang menipis, inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang rendah. Tidak stabilnya kondisi finansial suatu negara seperti melemahnya perdangangan saham, krisis sektor perumahan berisiko tinggi (subprime mortgage) yang berdampak pada terus melemahnya ekonomi Amerika Serikat dan negara-negara mitra dagangnya, terutama Jepang, Korea Selatan,Taiwan, RRC, dan India (Morgan Stanley, 2007), membuktikan betapa tidak stabilnya sistem ekonomi dunia saat ini.

Indikasi


Tanda-tanda krisis ekonomi jilid 2 telah dinyatakan oleh salah seorang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu, namun masih menjadi perdebatan. Pernyataan tersebut bukan hanya keluar dari Sri Mulyani, sejumlah pakar Bank Pembangunan Asia ketika bertemu dengannya di Jepang beberapa hari sebelumnya juga menyatakan hal itu. Meskipun berbagai pihak membantahnya, sebagian publik meyakini sinyalemen itu benar.


Tanda-tanda krisis yang disebut Sri Mulyani itu disebabkan derasnya arus modal masuk (capital inflow) portofolio. Kini taksiran seluruh dana asing yang masuk ke berbagai sektor keuangan di Indonesia mencapai Rp132 triliun. Perinciannya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia Rp45 triliun, surat utang negara Rp77 triliun, dan saham Rp10 triliun. Dana yang disebut terakhir itulah yang dikhawatirkan kapan saja dengan cepat bisa terbang lagi ke luar. Sudah pasti arus dana keluar itulah yang bakal mengganggu perekonomian Indonesia. Itu memang sesuatu yang amat mungkin terjadi.


Tiga hal penting yang mengingatkan dunia bahwa krisis mulai menghantui sekarang ini adalah pertama harga minyak yang terus meroket dan diperkirakan pada Desember menembus US$100/barel. Kedua, nilai tukar dolar yang terus merosot sehingga barang-barang ekspor tidak kompetitif lagi. Dan terakhir adalah krisis kredit macet di sektor perumahan Amerika Serikat yang menciutkan nyali bank untuk menyalurkan kredit. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan diperkirakan melambat dari perkiraan di atas 5% menjadi sekitar 4,2%.


Harga saham yang rontok di berbagai bursa dunia, termasuk Jakarta, juga adalah isyarat bahwa perekonomian global masih sangat rentan krisis.


Sidang tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, pekan lalu, mengingatkan bahaya krisis baru. Karena itu, negara-negara diminta menempuh kebijakan yang mampu menghadang krisis. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan diperkirakan melambat dari perkiraan di atas 5% menjadi sekitar 4,2%.

Dampak


Harga minyak yang terus meroket dan melemahnya dolar mengakibatkan ekspor Indonesia kehilangan daya saing karena terlalu mahal. Harga minyak yang melambung tanpa kendali mengakibatkan defisit APBN meningkat tidak tertahankan dan tidak terpikulkan. Bila nanti harga menyentuh US$100/barel, subsidi APBN yang sekarang berkisar pada Rp50 triliun akan membengkak dua kali lipat.


Kenaikan harga minyak yang terus menerus itu juga mengakibatkan harga emas naik. Pasar emas menjadi lemah, orang mulai malas untuk membeli atau menjual emas. Padahal sebelumnya pasar emas sangat bergairah.

Karena tidak terpikulkan, pemerintah mau tidak mau menaikkan lagi harga BBM di dalam negeri. Kebijakan seperti itu di tengah situasi perekonomian global yang juga lesu akan menimbulkan dampak yang mematikan bagi perekonomian nasional.


Nah, rontoknya harga saham di bursa dunia awal pekan ini adalah sirene yang kian nyaring bahwa krisis ekonomi global sedang menghantui kita. Apa yang terjadi kemudian telah sama kita ketahui. Perusahaan di dalam negeri rontok, rupiah hancur, dan pada tahun 1998 pemerintahan Soeharto ambruk.



Antisipasi


Dari pengalaman tahun 1998, harusnya Indonesia mengambil pelajaran dari krisis yang telah menimpa. Antisipasi yang dilakukan pemerintah sangat lamban terlihat dewasa ini. Di tengah harga minyak yang bertahan di atas US$70 sejak Juli, pemerintah menetapkan US$60/barel sebagai patokan asumsi harga minyak dalam APBN 2008. Bahkan sekarang ketika harga mulai menyentuh US$90 pemerintah menganggap asumsi dan kebijakan perekonomian yang digariskan selama ini sudah berada dalam trek yang benar. Itu penegasan Menko Keuangan Boediono yang berulang kali didengar akhir-akhir ini.


Paket terapi yang populer menurut Bank Indonesia, tetapi tidak menyentuh akar masalah adalah menjamin likuiditas valas di pasar, mempertahankan suku bunga bank sentral pada level konservatif, dan tidak mengusik modal asing jangka pendek secara represif .


Tim Ekonomi Pemerintah menyatakan, Indonesia tidak akan mengalami krisis ekonomi jika mampu mengatasi tiga hal, yaitu menjaga indikator makro, institusi keuangan yang kuat, dan tidak ada pematokan (peg) nilai tukar.


Sinyalemen Menkeu tentang tanda-tanda krisis jilid 2 adalah sebuah peringatan penting. Ia merangsang pemerintah dan BI, juga kalangan perbankan pada umumnya, untuk berhati-hati dalam mengelola keuangan. Itu agar, jika krisis benar-benar terjadi, pemerintah punya daya tangkal lebih manjur jika dibandingkan pada 1997.


Memang ironis, dulu bangsa ini dihajar krisis karena ketiadaan uang. Kini terancam krisis karena uang melimpah. Bayangkan, ada kemungkinan dana yang ditempatkan di SBI tahun depan mencapai Rp300 triliun. Ini artinya, Bank Indonesia harus membayar bunga yang tidak kecil yang bisa berimplikasi pada stagnasi ekonomi.


Karena itu, usaha yang dilakukan pemerintah untuk menggerakkan sektor riil agar tumbuh, tidak ada pilihan lain kecuali pemerintah melaksanakan komitmen sejumlah paket kebijakan investasi yang berkali-kali dipidatokan. Pembangunan infrastruktur, perizinan yang tidak berbelit, kepastian hukum, membasmi pungutan liar, dan reformasi birokrasi jangan hanya menjadi retorika, tetapi harus dilaksanakan.



UKM di Tengah Krisis


Usaha kecil dan menengah (UKM) yang sering disebut Usaha Kecil Micro atau Micro Finance merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah, tidak terkecuali di Indonesia. Sebagai gambaran, kendati sumbangannya dalam output nasional (PDRB) hanya 56,7 persen dan dalam ekspor nonmigas hanya 15 persen, namun UKM memberi kontribusi sekitar 99 persen dalam jumlah badan usaha di Indonesia serta mempunyai andil 99,6 persen dalam penyerapan tenaga kerja (Kompas, 14/12/2001).


Setidaknya terdapat tiga alasan yang mendasari negara berkembang belakangan ini memandang penting keberadaan UKM (Berry, dkk, 2001). Alasan pertama adalah karena kinerja UKM cenderung lebih baik dalam hal menghasilkan tenaga kerja yang produktif. Kedua, sebagai bagian dari dinamikanya, UKM sering mencapai peningkatan produktivitasnya melalui investasi dan perubahan teknologi. Ketiga adalah karena sering diyakini bahwa UKM memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas ketimbang usaha besar. Kuncoro (2000a) juga menyebutkan bahwa usaha kecil dan usaha rumah tangga di Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyerap tenaga kerja, meningkatkan jumlah unit usaha dan mendukung pendapatan rumah tangga.


Sementara itu, berdasarkan data PDRB, krisis ekonomi telah menyebabkan propinsi-propinsi di Jawa mengalami kontraksi ekonomi yang lebih besar ketimbang daerah-daerah lain di Indonesia (lihat gambar berikut). Lima propinsi di Jawa seluruhnya adalah lima besar propinsi di Indonesia yang mengalami kemorosotan ekonomi terparah. Pada tahun 1998, saat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi terparah, hanya Papua saja yang pertumbuhan ekonominya masih positif sedangkan propinsi-propinsi lainnya mengalami kontraksi. Pada tahun tersebut, seluruh propinsi di pulau Jawa mengalami kontraksi ekonomi yang jauh lebih parah daripada propinsi-propinsi lainnya (lihat juga Akita dan Alisjahbana, 2002).


Sejak terjadi krisis ekonomi 1997, UKM memainkan peran dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Data yang ada menunjukkan bahwa peran tersebut cukup penting. Namun demikian bagaimana penyerapan tenaga kerja oleh UKM dari aspek spasial tampak masih kurang teramati. Dalam tulisan ini yang diamati barulah soal distribusi spasial UKM dan belum sampai pada determinan dari dinamika spasial UKM itu sendiri.


Dari analisis dapat disimpulkan bahwa sampai dengan tahun 2000, UKM (non pertanian yang tidak berbadan hukum) masih tetap terkonsentrasi di pulau Jawa, baik dilihat dari sisi jumlah usaha maupun jumlah pekerjanya. Terdapat pula indikasi menguatnya konsentrasi spasial UKM tersebut sejak krisis ekonomi melanda Indonesia.



Permasalahan-Permasalahan


Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang menjadi hal mendasar dalam mengatasi krisis ekonomi. Persoalan terbesar perekonomian Indonesia adalah lambatnya untuk tidak mengatakan tidak sama sekali ekspansi investasi, terutama investasi langsung modal asing. Pasar bergairah, terutama di pasar modal, tetapi tidak berkontribusi bagi ekspansi perekonomian.


Salah satu permasalahan kita adalah mengenai kenaikan harga minyak dunia dan sangat berimbas terhadap produksi minyak dalam negeri. Menteri keuangan berasumsi kalau produksi minyak mentah adalah 1 juta barrel per hari atau di atas juta barrel per hari maka masalah kenaikan harga minyak dapat diatasi, tapi kalau lihat fakta bahwa produksi minyak mentah kita itu actual nya tidak bisa mencapai seperti yang dianggarkan di APBN itu amat sangat berbahaya karena penurunan penurunan produksi katakanlah 50ribu barrel per hari, itu bisa berdampak pada tambahan defisit APBN paling tidak 10 trilliun.


Persoalan krusial adalah meningkatnya konsumsi BBM di dalam negeri di tengah produksi minyak mentah nasional yang terus menurun. Berbagai insentif eksplorasi tidak kunjung juga menggelorakan minat swasta mencari dan menemukan sumur baru. Sementara itu, potensi di Cepu yang diperkirakan mencapai 150 ribu barel per hari hingga sekarang tidak bisa dimanfaatkan karena pertikaian yang belum juga beres antara Exxon dan Pertamina. Pertikaian itu semakin rumit karena politikus ikut meramaikan pertarungan kepentingan.


Menaikkan produksi minyak mentah nasional bukan merupakan hal yang mudah, karena perlu proses panjang. Dalam data produksi minyak nasional selama 7 tahun terakhir menunjukkan tidak ditemukan cadangan minyak baru di Indonesia, sehingga produksi minyak nasional hanya bergantung pada sejumlah sumber yang produksinya terus menurun.


Antisipasi yang bisa dilakukan ditambahkan salah satunya adalah mengurangi biaya karena biaya yang dibayar negara dalam produksi minyak mentah ini terus meningkat, padahal produksi semakin menurun.


Kalau pemerintah bisa menekan cost recovery ini, itu akan banyak membantu, terlebih auditor negara seperti BPK itu menemukan dalam auditnya bahwa ada potensi kerugian yang menyangkut cost recovery dalam BP Migas yang jumlahnya hampir 2 milliar dollar. Kalau pemerintah bisa menghemat dalam cost recovery ini akan sangat bagus.


Cara kedua adalah mengurangi konsumsi BBM, dengan kebijakan yang salah satunya adalah konversi minyak tanah ke LPG. Ini perlu dipercepat, termasuk juga control terhadap konsumsi BBM dalam negeri agar volume pemakaian BBM bisa ditekan.


Juga tentunya pemerintah mendorong kalangan industri untuk mengkonversi pemakaian energi yang mereka pakai selama ini dari BBM misalnya batubara, pabrik semen misalnya pindah ke batubara bahkan kita dengar juga LNG di Kalimantan Timur juga sudah siap menggunakan batubara daripada BBM, juga banyak industri tekstil ya yang biasa menggunakan BBM untuk menggunakan batubara. Pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur batubara dan sebagainya itu sehingga pemakaian BBM untuk industri itu bisa bergeser ke non minyak bumi.


Masalah lainnya adalah sulitnya sektor riil berkembang. Telah lama menjadi keluhan banyak kalangan bahwa sektor riil sulit bergerak karena perbankan tidak mengucurkan kredit. Dan bila itu terus berlangsung, ekonomi nasional akan berada dalam bahaya. Tidak kurang dari pemerintah pun mendorong perbankan agar ikut mendukung pemerintah mengatasi persoalan tersebut. Perbankan harus segera mengucurkan kredit. Kredit harus dikucurkan di sektor riil yang lebih banyak menyerap tenaga kerja.


Kucuran kredit di sektor konsumsi memang menunjukkan perbankan bukan lembaga yang sama sekali tidak sensitif. Ia bereaksi terhadap kritik. Tetapi, sulit mengatakan perbankan telah menjadi pionir bagi pulihnya perekonomian nasional.


Iklim makro juga tidak menunjang tumbuhnya sistem perekonomian yang sehat dan wajar. Dampaknya perbankan pun berorientasi jangka pendek dan cenderung mencari aman. Birokrasi, politikus, dan penegak hukum juga tidak mendukung tumbuhnya iklim itu. Dengan demikian, jaminan bagi kepastian usaha juga sangat memprihatinkan. Situasi itu tentu saja harus diakhiri. Kalau ketidakseimbangan itu terus berlangsung, perekonomian nasional tidak pernah akan pulih dan berkembang.

Friday, November 2, 2007

Jembatan Ampera - Lambang Kota Palembang


Kalau anda memasuki kota Palembang, pasti anda akan melewati sebuah jembatan besar yang di bawahnya terdapat sungai Musi. Ampera adalah sebuah jembatan di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.

Jembatan Ampera adalah tempat salah satu tempat bersejarah di kota Palembang. Sebenarnya ada banyak tempat bersejarah di kota Palembang yaitu :

  1. Benteng Kuto Besak
  2. Museum SMB II
  3. Jembatan Ampera
  4. Masjid Lawang Kidul
  5. Benteng Kuto Gawang
  6. Kamar Bola
  7. Al Munawar dan Kapten Arab
  8. Masjid Sungai Lumpur
  9. Kelenteng Soei Goiat Kiong
  10. Kampung Kapitan
  11. Masjid Kiai Merogan
  12. Kantor Ledeng
  13. Pulau Seribu
  14. Masjid Agung
  15. Masjid Al-Mahmudiyah (Masjid Suro)
  16. Monpera
  17. Museum Bala Putra Dewa
  18. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS)

Namun, dalam hal ini saya akan mengulas tentang jembatan Ampera. Mungkin ada teman-teman kita yang belum tahu. Sambil mendengarkan alunan tari tanggai dari Pelambang, mari ikuti saya..he..he..seperti pembawa acara saja.



Here we go!!


Struktur Jembatan :

Jembatan dengan konstruksi baja yang diperkuat kawat baja itu, memiliki panjang 1.100 meter dengan lebar 22 meter. Keenam kakinya, dipancang sedalam 75 meter. Bagian atasnya, terdapat dua menara setinggi 75 meter dengan jarak bentang antar-menara 71,5 meter. Ketinggian bentang jembatan dari air 11,5 meter saat air surut dan 8 meter saat pasang naik.


Sejarah

Ide untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang dari Seberang Ulu dan Seberang Ilir sebetulnya sudah ada sejak zaman Gemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Walikota Palembang dijabat Le Cocq de Ville. Tahun 1924, ide ini kembali mencuat dan dilakukan banyak usaha untuk merealisasikannya. Namun, sampai masa jabatan Le Cocq berakhir, bahkan ketika Belanda hengkang dari Indonesia, proyek itu tidak pernah terealisasi. Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali mencuat. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan pembangunan jembatan. Kala itu, disebut Jembatan Musi dengan merujuk nama Sungai Musi yang dilintasinya. Pada sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956. Usulan ini sebetulnya tergolong nekat sebab anggaran yang ada di Kota Palembang. Yang akan dijadikan modal awal hanya sekitar Rp 30.000,00. Pada tahun 1957 dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri atas Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Pendampingnya, Walikota Palembang, M. Ali Amin, dan Indra Caya. Tim ini melakukan pendekatan kepada Bung Karno agar mendukung rencana itu. Usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang, yang didukung penuh oleh Kodam IV/Sriwijaya ini kemudian membuahkan hasil. Bung Karno kemudian menyetujui usulan pembangunan itu. Karena jembatan ini rencananya dibangun dengan masing-masing kakinya di kawasan 7 Ulu dan 16 Ilir, yang berarti posisinya di pusat kota, Bung Karno kemudian mengajukan syarat. Yaitu, penempatan boulevard atau taman terbuka di kedua ujung jembatan itu. Dilakukanlah penunjukan perusahaan pelaksana pembangunan, dengan penandatanganan kontrak pada 14 Desember 1961, dengan biaya sebesar USD 4.500.000 (kurs saat itu, USD 1 = Rp 200,00). Biaya ini akan dihitung dari pampasan (kompensasi) perang Jepang. Proyek Musi. Jembatan Ampera mulai dibangun April 1962 dan selesai pada Mei 1965. Hingga akhir tahun 1970-an, warga Palembang menyebut Jembatan Ampera sebagai Proyek Musi.

Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).


Keistimewaan

Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.

Saat bentang diangkat, ketinggiannya dari air mencapai 63 meter. Kapal yang dapat melaluinya berukuran tinggi 9 meter-44,5 meter dan lebar 60 meter. Untuk mengangkat bentang jembatan seberat 994 ton ini, ditempatkanlah bandul yang masing-masing seberat 450 ton di kedua menara. Kecepatan angkatnya mencapai 10 meter per detik. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.

Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya. Alasan lain karena sudah tidak ada kapal besar yang bisa berlayar di Sungai Musi. Pendangkalan yang semakin parah menjadi penyebab Sungai Musi tidak bisa dilayari kapal berukuran besar. Sampai sekarang, Sungai Musi memang terus mengalami pendangkalan.

Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.


Ke Depan


Jembatan Ampera sudah menjadi simbol kota Palembang. Karena pemerintah berusaha terus untuk menjaga dan merawat jembatan ini. Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang.

Saat ini, berkembang wacana tentang pentingnya pembangunan Jembatan Musi III dan Musi IV, yang menghubungkan antara Seberang Ilir dan Seberang Ulu Palembang. Pembangunan dua jembatan dimaksudkan agar Jembatan Ampera tidak kelebihan beban kendaraan yang melintas, sekaligus untuk lebih membuka kawasan Seberang Ulu.

Harapan sebagian warga Palembang yang ingin melihat Jembatan Ampera seperti dulu, agaknya sulit terwujud. Apapun keadaan jembatan ampera sekarang, diharapkan semua masyarakat hendaknya dapat menjaga dan menggunakan sarana ini dengan baik hingga berguna bagi generasi kita dan yang akan datang.

Wednesday, October 3, 2007

Koleksi SMS Ucapan Selamat Idul Fitri




Alhamdulillah..tak terasa sebentar lagi Idul Fitri tiba. Hari kemenangan, hari yang paling bahagia terutama bagi kita yang telah menjalankan ibadah puasa dengan baik. Selama lebih kurang 1 bulan lamanya manusia menahan hawa nafsu dari sejak fajar menyingsing hingga matahari terbenam dan juga menjalankan berbagai ibadah untuk mensucikan diri karena bulan ramadhan adalah bulan maghfirah atau bulan ampunan bagi manusia. Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya : barang siapa menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya dan hanya mengharap ridho dari Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.


Dengan rasa suka cita, semua umat didunia beramai-ramai menyambut hari kemenangan tersebut. Berbagai persiapanpun dilakukan oleh semua orang untuk menyambut hari nan fitri. Salah satu tradisi yang dilakukan umat adalah maaf-memaafkan di antara sesama, untuk lebih memfitrikan diri, karena selama hidup di dunia mungkin tidak ada manusia yang tak lepas dari salah dan khilaf, baik sengaja maupun tidak. Orang yang bijak adalah orang yang mau mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi kesalahn yang sama. Orang yang meminta maaf lebih mulia daripada orang yang tidak mau minta maaf kepada sesama. Oleh karena itu selagi kita masih hidup marilah kita saling maaf-memaafkan diantara sesama. Bwat semua teman-teman, saya dan atas nama keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Mudah2an Allah SWT selalu memberikan berkahnya kepada kita semua..Amin.

Berikut koleksi sms ucapan lebaran yang saya kutip dari beberapa sumber. Selamat membaca !!


Ia Pergi dengan bersahaja
Meninggalkan berkah & penampunan
Meninngalkan jejak pahala. Membawa mimpi surga !
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin


Masa aktif Hidup anda hampir berakhir
saldo dosa anda makin meningkat
di hari yang fitri ini raih kesempatan untuk meningkatkan saldo Iman
Isi ulang dengan sirahturahmi
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin


Terselip khilaf dalam candaku
Tergores luka dalam tawaku
terselit pilu dalam tingkahku
tersinggung rasa dalam bicaraku
Hari kemenangan telah tiba, moga segala dosa & kesalahan kita terampuni
Mari bersama kita bersihkan dihari yang fitri
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin


Lihatlah awan disiang hari....
gantikan malam gelap gulita.....
diriku ini insan ilahi...
ingin meminta pada insan ilahi
Berikan cinta dihari yang fitri....
maafkan semua kesalahan hati baik lahir maupun batin
SELAMAT IDUL FITRI


Meminta maaf tidak menjadikan kita hina
memberi maaf juga membuat kita bangga
Saling memaafkan & salaturahmi yang menjadikan kita mulia
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin


Sebelum HCL jadi basa, sebelum Na OH jadi asam
Sebelum Na Cl jadi manis
sebelum Glukosa jadi asin
tanganku selalu tengadah mengharapkan titrasi maaf dari biuret hatimu
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin.


Pohon kelapa habis serumpun
dibuat ketupat dihari lebaran
kepada Allah kita memohon ampun
sesama insan kita jua saling memaafkan
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin


Masak lemang sambil berdiri...
hendak dimakan di aidil fitri...
mohon diantar ke kantor pos...
tapi pak pos lagi cuti!..
pak sms aja yee...!
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin


Seputih kapas, sebening embun
Dihari suci yang penuh rahmat dan kemengan saya ucapkan SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin


Detik-detik ramadhan hampir (telah) berakhir
mungkin diantara kata, canda dan tawa ada khilaf yang tercipta
kuharap seuntai maaf penyejuk jiwa
SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin


Bila Idul Fitri adalah lentera
izinkan membuka tabirnya dengan maaf

agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428H...


Walau Hati `gak sebening XL dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS-kan diri dari ROAMING dosa, kita hanya bisa angkat JEMPOL padaNya yang selalu buat kita HOKI dalam mencari kartu AS dan STAR ONE selama hidup, kita harus FLEXI-bel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini... dan semoga amal kita tidak Esia-Esia.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN


Sayup terdengar takbir berkumandang
Tanda Ramadhan akan lewat
Ampunan diharap, barokah didapat
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin


Ketupat udah dipotong
Opor udah dibikin
Nastar udah dimeja
Kacang udah digaremin
Gak afdhol kalo gak Minal Aidin wal Faizin
Taqobalallahu minna wa minkum


Sebelum takbir berkumandang
Sebelum ajal menjemput

Sebelum jaringan over load
Sebelum operator sibuk

Sebelum sms pending melulu

Sebelum pulsa habis

Ijinkan kami memohon maaf lahir dan bathin

MATA kadang salah melihat
MULUT kadang salah mengucap
HATI kadang salah menduga
Dengan niat tulus suci dengan ikhlas
Mohon Maaf Lahir dan Bathin


Jika langkahku membekas lara
Kataku merangkai dusta
Lakuku menoreh luka
Dari jeritan lubuk bathinku
Dengan ketulusan hatiku
Komohonkan maaf lahir bathinku

Taqobalallahu minna wa minkum
Minal Aidin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1428 H


Andai tangan tak kuasa menjabat
Setidaknya kata masih dapat terungkap
Setulus hati mengucapkan
Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir & batin
Ridho Allah dan berkahNya

Menyertai hambanya
Yang saling ucapkan maaf
Dan memberi maaf
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H


Maaf Lahir Bathin

Ijinkan saya bersajak
Untuk LISAN yang tak terJAGA
Untuk JANJI yang terABAIKAN
Untuk HATI yang berPRASANGKA
Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN
Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI
Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN
Semoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalanNYA


Suminten wonten pinggir margi sadean kupat bumbune santen
Puniko dinten Riyadi sadaya kalepatan nyuwun pangapunten
Taqobalallahu minna wa minkum



Mangan sate sak gulene, sego megono bumbu kemiri
kapan wae lebarane, sugeng riyoyo idul fitri
tumbar merico kecap asing
nyuwun ngapuro lahir lan batin


Sepuluh jari tersusun rapi..
Bunga melati pengharum hati ..
SMS dikirim pengganti diri...
Memohon maaf setulus hati ...
Mohon Maaf Lahir dan Batin ..
Met Idul Fitri ...


Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap doa
Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf
Selamat Idul Fitri


Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas dan langkah..
Semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin


Sebelas bulan kita kejar dunia
kita umbar napsu angkara
Sebulan penuh kita gelar puasa
kita bakar segala dosa
Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka
Sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama
Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf
Di hari suci nan fitri ini, kita cuci hati, kita buka pintu maaf
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin


Faith makes all things possible
Hope makes all things work
Love makes all things beautiful
May you have all of the three
Happy Iedul Fitri."


When it's black turn white; when it's dark turn light; when a mistaken
turn forgiveness, I say Happy Idul Fitri, Minal Aidin Walfaizin


I met Iman, Taqwa, Patience, Peace, Joy, Love, Health & Wealth today
They need a permanent place to stay. I gave them your address
Hope they arrived safely to celebrate Idul Fitri with you
May Allah bless you and family.


The time has come for every soul to purify heart for every man to begin
a new life & for us to let all mistakes forgiven & forgotten, amien
Happy Idul Fitri


The holy and beautiful Syawal will come soon
There is no word proper to welcome it
Except the word of pray and forgiveness
My Majesty if you forgive all my fault
And hope your worship accepted by Allah The God of Merciful and the Beneficent

Let's write all the mistakes down in the sand
And let the wind of forgiveness erase it away
Happy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin



Bryan Adams said "Please Forgive Me.."
Rio Febrian said "Ooo.. Maaf, maafkan diriku.."
Ruben Studdard said "Well this is my sorry for 2004."
Yuni Shara said "Mengapa tiada maaf bagiku."
Elton John said "Sorry seems to be the hardest word."
Mpok Minah said "Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya nggak sopan.."
I said "Minal Aidin wal faizin.."




Monday, September 10, 2007

Marhaban Ya Ramadhan...


Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan berkah-Nya karena kita masih diberinya kesempatan untuk bertemu Ramadhan kembali, shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.

Sebentar lagi bulan yang suci akan datang…bulan yang penuh berkah, penuh rahmah. Bulan ampunan dan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim sedunia.

Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan al-Qur'an, bulan shiyam, bulan bertahajjud dan qiyamullail, bulan kesabaran dan takwa, bulan kasih sayang, ampunan dan terbebasnya hamba dari api neraka, bulan yang terdapat di dalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.

Bulan saat amal kebaikan dilipat gandakan dan penuh berkah dalam ketaatan, bulan pahala dan keutamaan yang agung. Maka seyogyanya setiap yang mengetahui bulan ini menyambutnya sebaik mungkin, mempersiapkan berbagai amal kebajikan agar memperoleh keberuntungan yang besar dan tidak berpisah dengan bulan itu, kecuali ia telah menyucikan ruh dan jiwanya. Allah Ta'ala berfirman, yang artinya, "Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu" (QS. asy-Syams: 9).

Kaum salaf, pendahulu umat ini telah memahami betapa tinggi nilai tamu tersebut. Oleh karena itu, diriwayatkan, bahwa mereka berdo’a kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya, dan apabila mereka mengakhirinya, mereka menangis dan berdo'a kepada Allah agar amal mereka pada bulan-bulan yang lain diterima, demikian seperti dinukil Ibnu Rajab rahimahullah.

Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadhan

Untuk menyambut bulan yang mulia ini, kami ringkaskan beberapa butir penting sebagaimana berikut:

1. Berdo'a, semoga Allah memper-panjang umur kita sampai pada bulan Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh sebagian kaum salaf, begitu pula memohon kepada Allah pertolongan dan kekuatan dalam menunaikan shaum, qiyamullail dan beramal shalih di dalamnya.
Allah Ta'ala berfirman, artinya, "Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan". (QS. al-Fatihah:5)

2. Kebersihan dan kesucian, maksudnya adalah kebersihan ma'nawi yaitu taubat yang tulus dan sebenar-benarnya dari segala dosa dan maksiat. Bagaimana mungkin seseorang menu-naikan shaum sedangkan dia berbuka dengan sesuatu yang haram, atau meninggalkan shalat, atau durhaka kepada kedua orang tua, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat dan malaikat Jibril pun mengamininya?

Wahai saudaraku yang saya cintai! Bagaimana anda menginginkan shaum yang diterima dan bermanfaat, sedangkan anda berada dalam keadaan melakukan dosa ini dan itu?

Belumkah anda mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dari makan dan minum". (HR. al-Bukhari).

"Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga". (Shahih Al Jami').

Maka bertaubatlah dengan taubat yang tulus dan sebenar-benar taubat, sebab pintu taubat masih terbuka. Dan taubat itu bukan sekedar meninggalkan perbuatan dosa, akan tetapi dengan mengembalikan hati dan hawa nafsu kepada Dzat Yang Maha Mengetahui alam ghaib, "Maka kembalilah kepada Allah". (QS. adz-Dzariat:50). Di antara persiapan jiwa dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, hendaknya anda dengan sepenuh hati melakukan shaum sebaik-baiknya dan beramal shalih pada bulan Sya'ban. Sebab pada bulan Sya'ban ini segala amal perbuatan diangkat kepada Allah, sebagaimana sabda Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shaum sepanjang bulan Sya'ban atau melakukan shaum pada bulan itu kecuali beberapa hari saja beliau tidak melakukannya". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

3. Di antara persiapan jiwa dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, hendaknya anda dengan sepenuh hati melakukan shaum sebaik-baiknya dan beramal shalih pada bulan Sya'ban. Sebab pada bulan Sya'ban ini segala amal perbuatan diangkat kepada Allah, sebagaimana sabda Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shaum sepanjang bulan Sya'ban atau melakukan shaum pada bulan itu kecuali beberapa hari saja beliau tidak melakukannya". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

4. Di antara masalah penting lain-nya adalah bertafaqquh (memahami) hukum-hukum shaum dan mengenal petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum memasuki shaum; mempelajari syarat-syarat shaum, syarat sahnya, yang membatal-kannya, hukum shaum pada hari yang diragukan, apa yang boleh, wajib atau haram dilakukan oleh seseorang yang sedang melakukan shaum, apa etika dan sunnah-sunnahnya, hukum-hukum qiyamullail, berapa bilangan raka'atnya, hukum-hukum shaum bagi yang ber-halangan baik karena safar (bepergian) atau sakit, hukum zakat fitrah dan lain sebagainya. Begitu pula mengenai petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bulan Ramadhan yang bertalian dengan diri beliau, shaumnya, qiyamullailnya, kemurahan hatinya, pemeliharaan dirinya serta keteladanan beliau dalam bertadarrus al-Qur'an, juga yang berkaitan dengan keluarga dan umatnya. Sebab segala sesuatu harus didahului dengan ilmu dan pemahaman sebelum mengamalkannya.

5. Mempersiapkan acara-acara menyambut "tamu agung", di antaranya dengan membaca al-Qur'an, mempelajarinya kemudian menghafalnya, qiyamullail, memberi buka puasa kepada orang-orang yang berpuasa, melakukan umrah, i'tikaf, dan berlomba dalam kebaikan dengan semangat fastabiqul khairat, shadaqah, dzikir, penyucian jiwa dan lain-lain.

Kita berdo'a semoga Allah berkenan memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada kita agar dapat beramal shalih pada bulan Ramadhan.

"Ya Allah, pertemukan kami dengan bulan Ramadhan dan berilah kami pertolongan untuk dapat menunaikan shiyam, qiyam, dan amal shalih di bulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya. Teguhkanlah kami pada keta-atan sampai kami menemui-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan segala do'a". Amin ya Rabbal ‘alamin.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad subhanahu wata’ala beserta keluarga dan para sahabatnya.

Allah SWT menciptakan Ramadhan sebagai bulan “Pemutihan” diantara 11 bulan yang lainnya. Kita bersyukur karena di dalam 11 bulan terdapat bulan pembersih diri, dimana kita bisa bertaubat dengan sesungguhnya dari kesalahan-kesalahan yang kita perbuat dan beribadah sebanyak-banyaknya di bulan ini. Karena barang siapa yang berpuasa dengan sungguh-sungguh pada bulan Ramadhan ini, maka dosanya yang telah lalu akan dihapuskan. Hendaknya kita sebagai umat muslim menyambut bulan Ramadhan ini dengan baik dan mengisinya dengan ibadah-ibadah yang dianjurkan. Mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang masuk ke syurga dan bulan Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki diri kita dan berserah diri kepada-Nya.

Sumber: Nasyarah,”Kaifa nastaqbilu Ramadhan” (Abu Mush'ab Riyadh bin Abdur Rahman al-Haqiil).

Friday, August 24, 2007

Mengendalikan Harga Minyak Goreng


Normalkan Produksi, Stop Ekspor CPO

GEJOLAK harga minyak goreng mulaih akhir April tiba-tiba melonjak di atas ambang rasional. Dugaan adanya spekulasi berupa penimbunan minyak goreng pun mencuat. Namun, dugaan itu dibantah pemerintah. Kelangkaan itu dinilai sebagai akibat para pemasok bahan baku minyak goreng tergiur dengan limpahan dolar, karena harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar dunia lagi meroket.

Produksi sawit saat ini merosot hingga 50 persen, seiring berlangsungnya musim kemarau. Hal ini diduga kuat menjadi penyebab kenaikan harga minyak goreng. Pasalnya, jika pasokan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berkurang, produksi minyak goreng ikut turun. Akan tetapi, menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman di Jakarta, pasokan CPO di dalam negeri sangat cukup. Semester pertama 2007, produsen telah memasok 380.000 ton per bulan ke pasar domestik dari kebutuhan 263.000 ton. "Jadi, kenaikan harga minyak goreng benar-benar akibat tekanan harga internasional, bukan karena kekurangan pasokan CPO," katanya.

Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), H. Akmaluddin Hasibuan, Penurunan produksi buah sawit diperkirakan 10 - 15 % yang mulai berlangsung bulan Agustus ini. Kurangnya produksi akan menyebabkan harga CPO naik sekitar Rp. 7.500,- s/d Rp. 8.000,-/kg bahkan bisa lebih. Diberbagai daerah kenaikan harga minyak goreng ini mendongkrak harga sembako (sembilan bahan pokok), tentunya ini membuat masyarakat sangat susah.

Tahun lalu produksi CPO mencapai 16 juta ton, sedang prediksi tahun ini 17 juta ton lebih dengan adanya penambahan lahan baru. Akibat musim kering basah akan turun 15 % menjadi berkisar 16,4 %. Produksi 16 juta/tahun, angka tersebut berasal dari Riau, Sumut dan SumSel.

Sebenarnya kenaikan harga minyak goreng ini dipicu oleh naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) atau biji sawit yang menjadi bahan baku minyak goreng curah di pasar dunia. Ini menggiurkan para pemasok sehingga, ramai-ramai melakukan ekspor. Praktis, pasokan ke pabrik-pabrik minyak goreng curah langka sehingga produksi menurun. Akibatnya, suplay ke pasar pun menurun, sehingga terjadi kenaikan harga.

Untuk memenuhi pasokan kebutuhan dalam negeri, pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk menyetop sementara atau mengurangi ekspor bahan baku minyak goreng curah dan lebih mengutamakan pasokan ke pabrik minyak goreng untuk suplay kebutuhan dalam negeri.

Kalau ternyata tetap melakukan ekspor, pemerintah akan memaksa dengan menempuh langkah menaikkan pajak ekspor. Sehingga, mau tidak mau para pemasok bahan baku ke pabrik minyak goreng memprioritaskan pasokan ke pabrik minyak goreng curah untuk kebutuhan dalam negeri.

Pembatasan ekspor merupakan salah satu strategi agar pabrik minyak goreng bisa berproduksi normal lagi. Dengan normalnya produksi, maka suplay ke pasar melalui distributor dan pengecer bisa lancar.

Imbauan larangan ekspor sementara atau pembatasan ekspor CPO, juga diikuti dengan program operasi pasar. Dalam hal ini pemerintah melalui Pak Wapres, menggelar program stabilisasi harga minyak goreng dengan menyediakan pasokan program stabilitasasi harga sebanyak 100-150 ribu ton untuk lima kota besar (Medan, Jakarta, Semarang, Jatim dan Makassar).

Solusi untuk menstabilkan harga minyak goreng melalui Somestik Market Obligation (DMO), yang mewajibkan 20 % dari produksi produsen CPO atau 3,2 juta volume untuk stabilitas haraga minyak goreng yang ditetapkan Pemerintah agar harga minyak goreng turun. Tentu tidak segampang menerapkan DMO, tentu ada PP (Peraturan Pemerintah) yang mengaturnya. Pengutan ekspor tidak efektif dalam menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri adalah bahan baku 80 - 90 % berasal dari CPO, dengan harga CPO di pasar global naik maka berpengaruh pada harga CPO dalam negeri. Volume CPO dalam negeri cukup selain itu karena banyak CPO untuk bio fuel yang mendongkrak harga CPO menjadi sekitar Rp. 7.500/kg.

Menurut Menteri Pertanian, disparitas harga minyak goreng di pasar dengan yang diinginkan pemerintah tersebut terjadi karena desakan harga komoditas minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang masih tinggi di pasar internasional. Meski demikian, produsen juga berupaya menjaga kestabilan pasar dalam negeri dengan menyediakan minyak goreng curah dalam jumlah yang cukup.

Bungaran Saragih menjelaskan, upaya menstabilkan harga minyak goreng curah di pasar dalam negeri oleh para pengusaha merupakan bukti mereka tidak hanya mengejar keuntungan. Oleh karena itu, meski tidak ikut serta mengintervensi upaya menstabilkan harga minyak goreng curah, pemerintah tetap mengimbau agar seluruh produsen CPO dan produk turunannya tetap pada komitmennya menjaga pasokan dalam negeri.

"Pemerintah tidak ikut di sana, hanya mengimbau. Jadi, tanpa ada paksaan, mereka dengan sukarela menjaga pasokan dalam negeri," ujar Bungaran. Ditambahkan, hal serupa sudah lama dilaksanakan di Malaysia dan juga telah berhasil. Namun, lanjut Bungaran, Malaysia mRata Kiri Kananemiliki kemudahan dalam melaksanakan program stabilisasi itu karena jumlah penduduk yang sedikit dan produksi sawit yang tinggi.

"Saya pikir itu adalah usaha yang berhasil. Dulu kan ada stabilisasi harga, itu pemerintah yang melakukan dan pemerintah memberikan kepada orang lain. Tetapi, itu kan tidak berjalan dengan baik. Sekarang para pengusaha yang mau melakukan dan dengan cara mereka," imbuh Bungaran.

Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan pemerintah dapat setidak-tidaknya menekan harga minyak yang semaikin melambung. Kita harapkan juga peran dari pengusaha dan pabrikan dalam mengatasi masalah ini karena masyarakat yang sebentar lagi akan menghadapi bulan puasa dan lebaran tahun 2007.

Tuesday, August 7, 2007

LAGU INDONESIA RAYA VERSI 3 STANZA


Lagu Indonesia Raya yang kita dengarkan saat ini ternyata bukanlah yang pertama kali dimainkan WR Soepratman. Versi asli lagu kebangsaan itu pun akhirnya ditemukan. Tidak di Indonesia, melainkan di Belanda.

"Saya bersama dengan Tim Air Putih sejak 3 bulan lalu mencari data-data tentang Indonesia yang ada di berbagai server. Di salah satu server yang ada di Belanda, kami menemukan foto yang berisi tentang lagu ini," kata pengamat telematika, Sabtu (4/8/2007).


Ia menjelaskan, versi asli Indonesia Raya ini berjudul 3 stanza atau 3 qouplet. "Lagu ini 3 kali lebih panjang dari yang kita kenal sekarang. Dan masih berbahasa Indonesia dalam ejaan yang belum disempurnakan," jelasnya.

Roy memaparkan, lagu Indonesia Raya versi pertama itu isinya tidak jauh berbeda dengan yang kita dengarkan saat ini. "Isinya persatuan Indonesia, hubungan manusia Indonesia dengan Tuhannya, dan untuk membersihkan jiwa raganya, serta janji masyarakat Indonesia untuk mempertahankan negara ini," bebernya.

Menurut Roy, dirinya juga mendapatkan cukup bukti bahwa lagu 3 stanza ini adalah versi asli dari Indonesia Raya. Bahkan di sejumlah dokumen antara 1928-1945 membuktikan bahwa lagu 3 stanza ini pernah digunakan.

"Ternyata setelah 18 Agustus 1945, lagu yang termuat adalah lagu yang ini," tukas Roy.

Lagu Indonesia Raya yang diklaim versi asli ini pertama kali dipublikasikan oleh surat kabar Sin Po.

Roy Suryo membawa-bawa nama Air Putih (LSM yang konsen di bidang TI) dalam mengungkap temuan Indonesia Raya 3 stanza. Bersama Air Putih-lah Roy mengaku mendapatkan lagu itu.

Namun sumber yang dikenal sangat dekat dan banyak terlibat dalam aktivitas tim Air Putih, menyangkal semua statemen Roy. Sumber itu menyatakan, tidak benar bahwa video 'Indonesia Raya' yang saat ini sedang marak menjadi pembahasan publik adalah hasil temuan Roy Suryo. Bahkan, tak benar bahwa video tersebut awalnya terletak di sebuah server milik universitas di Belanda.

"Sebenarnya, Roy Suryo hanya mengopi harddisk milik salah satu anggota tim Air Putih. Itu pun proses pengopiannya baru beberapa minggu lalu, padahal tim Air Putih sudah memiliki file (video) tersebut beberapa bulan lalu," ujar sumber yang tak ingin disebutkan jati dirinya.

Masih menurut sumber tersebut, sebenarnya file video tersebut bukanlah hasil pelacakan dan pen-download-an dari server di Belanda. "Tim Air Putih memang sempat menemukan sejumlah arsip tua tentang peta Indonesia zaman dahulu di sebuah server di Belanda. Tetapi lagu Indonesia Raya tersebut tidaklah berada di server tersebut," ujar sumber tersebut. Lalu di mana?

"Video lagu Indonesia Raya tersebut didapatkan oleh Air Putih, melalui sebuah link yang awalnya terlacak dari situs www.marhaenis.org," ujar sumber tersebut. Menurutnya, dari situs tersebut sempat ada link yang menuju ke YouTube dan Multiply, berisi video lagu Indonesia Raya tersebut.

"Nah, dari situs YouTube atau Multiply tersebut, file video tersebut di-download oleh teman-teman Air Putih. Baru beberapa bulan kemudian, file tersebut dikopi oleh Roy Suryo," papar sumber tersebut.

Menurutnya, ini berarti menegaskan bahwa tak benar bahwa Roy Suryo adalah pihak pertama yang melacak dan menemukan file video tersebut, dan juga tak benar bahwa file video tersebut ditemukan di server Belanda. O ya, bagi teman-teman yang ingin mendengarkan lagu indonesia raya versi 3 stanza ini dapat diklick link berikut ini : http://www.youtube.com/

Menurut saya dari mana sumber lagu indonesia raya ini berasal tidaklah harus dipermasalahkan. Mengapa hal ini baru dipermasalahkan sekarang? Bukankah kita tahu bRata Kiri Kananahwa lagu Indonesia raya memang telah mengalami revisi atau perbaikan sejak tahun 1945, dan kita tahu bahwa lagu tersebut memang dulunya tidak seperti lagu yang kita nyanyikan sekarang ini. Hanya saja, kita bertanya-tanya mengapa lagu ini baru kita temukan dan ditemukan dari negara orang lain. Mengapa hal ini baru menjadi pembicaraan? Kenapa dulu tidak ada yang mempermasalahkan hal ini? Kemanakah sistem pengarsipan dokumen sejarah bangsa kita? Sejauh mana peranan pemerintah dalam menangani hal ini ? Sampai-sampai dokumen yang begitu penting bisa disebarluaskan oleh orang dari negara lain. Sejarah memang tidak bisa berkata karena sejarah telah berlalu, namun sejarah dapat memberikan pelajaran baru dari pengalaman-pengalaman masa lalu.

Wednesday, August 1, 2007

MEMBANGUN INDUSTRI DENGAN INTELLECTUAL CAPITAL

Beberapa lembaga riset lokal pada umumnya optimis bahwa perekonomian Indonesia 2007 akan makin tumbuh lebih tinggi dibanding 2006. Hasil penelitian beberapa lembaga riset juga mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia 2007 akan ditandai dengan antara lain oleh laju inflasi yang masih bisa dikendalikan, tingkat suku bunga tergolong rendah (suku bungan Sertifikat Bank Indonesia, SBI 1 bulan, di kisaran 10 persen), dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.


Tingkat inflasi dan suku bunga serta stabilitas nilai rupiah, yang diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk menyerap tenaga kerja, ternyata tidak demikian kejadiannya. Thus, bisa dikatakan tidak terjadi pertumbuhan industri yang bisa memberikan ladang kerja baru kepada tenaga kerja produktif selama tahuh lalu. Dan ini adalah kenyataan yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah dan rakyat.

Shifting produksi ke teknologi
Tidak dipungkiri bahwa sektor riil, pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh kestabilan industri nasional Sebaliknya, majunya industri ditengarai dengan penyertaan modal baik dalam negeri maupun luar negeri, berupa saham maupun kredit jangka menengah panjang.

Kita bisa mengacu pada keberhasilan Taiwan, sebuah negera kecil dengan penduduk tidak lebih dair 22 juta bisa membangun industri dalam negeri berbasih high-tech. Bahkan Amerika dan Japan harus mengakui keunggulan microhip dan memory buatan Taiwan. Juga dari keberhasilan pendahulunya Korea maupun Jepang. Pertumbungan ekonomi mereka didukung olah kekuatan industri nasional berbasis teknologi yang mampu bersaing di pasar global sehingga bisa membantu penambahan angka GDP secara signifikan.

Di dalam mengembangkan high-tech nasional, perlu dibuat peluang dan suasana kondusif bagi PMA untuk investasi industri di Indonesia. Kegiatan seperti ini sudah dilakukan, bahkan pemerintah sudah menyediakan kluster industri di beberapa daerah pembangunan. Hanya saja, semua industri tersebut di atas hanya sanggup menjadi industri berbasis produksi (production based industry). Sehingga lebih menguntungkan PMA industri, karena bisa leluasa memakai tenaga kerja produktif local dengan gaji murah dibanding standar UMR internasional. Kegagalan mendapatkan cipratan teknologi dari PMA industri utnuk pengembangan industri nasional, bisa disebabkan dari beberapa hal sebagai berikut :

Pertama, belum adanya cetak biru industri dan teknologi Indonesia jangka panjang. Kebijakan industri dan teknologi tidak masif, sehingga selalu silih berganti sesuai sistem kekuasaan. Pun demikian, tidak dilakukan proses sosialisasi yang sanggup memberikan arahan strategis industri dan teknologi nasional.

Kedua, meniru dari keberhasilan China, yaitu dengan membuat regulasi agar setiap industri memberikan sharing minimal 30 % dari asetnya baik berupa SDM maupun dana untuk kegiatan new development dan design produk dengan keharusan menyertakan tenaga kerja lokal. Sehingga ketika ada perusahaan asing yang mendirikan pabrik di Indonesia, harus memiliki komitmen paling tidak 30 % staf lokal untuk kegiatan R&D dan Design. Staf lokal ini ditempatkan di dalam negeri maupun di luar negeri tempat PMA berasal.


Industri berbasis knowledge society
Shifting industri berbasis produksi ke industri berbasis teknologi tidak tercapai apabil tidak didukung dengan intellectual capital yang memadai. Dengan kata lain, seperti disampaikan oleh begawa intelektual industri Peter F. Drucker, adalah kemampuan dalam membentuk masyarakat terpelajar atau intellectual capital society. Bila shifting industri berbasis teknologi ini didukung oleh pembentukan intelektualitas oleh masyarakat, maka akan terjadi proses spiral dalam transfer teknologi industri nasional. Sehingga dalam kurun waktu tertentu yang dibatasi oleh kebijakan pemerintah, industri akan bergerak maju secara serempak. Pergerakan industri ini akan didukung oleh kemajuan pengalaman intelektual tenaga kerja nasional (intellectual capital).

Tantangan dan harapan
Industri nasional tiak bisa berjalan tanpa dukungan pertumbuhan ekonomi makro yang sehat, terutama kestabilan dunia perbankan. Sebaliknya, peningkatan pendapatan domestik bruto (PDB), tidak meningkat tanpa ada pertumbuhan sektor riil di sektor industri. Tarik ulur dua kutub ini tidak akan berhenti. Sehingga dibutuhkan komitmen sekaligus disiplin dalam pembentukan masyarakat industri yang sesuai dengan skala ekonomi, dalam koridor ‘scope’ ekonomi, dan seirama dengan kecepatan ekonomi nasional.

Ini menjadi tantangan sekaligus harapan, menyikapi kemelut meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang tidak didukung oleh penurunan inflasi dan penyerapan tenaga kerja. Selamat membangun era baru industri indonesia.



Referensi : Harian Ekonomi Neraca